Rahasia Sholat Shubuh
Thursday, July 27th, 2006Download Misteri Shalat Subuh
klik kanan > Save Link As
Download Misteri Shalat Subuh
klik kanan > Save Link As
Sudah beberapa hari ini, setiap saya sholat jama’ah di masjid dekat rumah atau di masjid lain Imamnya selalu mambaca do’a qunut selesai rukuk pada rakaat terakhir. Tidak heran, sebabnya adalah penjajahan Israel pada Palestina dan Libanon yang disertai pembantaian sadis setiap hari. Korbannya paling banyak tentu Arab muslim. Entah sampai kapan imam-imam masjid di sini akan mengumandangkan qunut 5 kali sehari tiap sholat. Mungkin jika Israel sudah berhenti membantai muslimin di tanah Arab. Do’a adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan selain berbagai upaya lainnya -sekuat tenaga- untuk menghentikan kebiadaban Israel.
Sekarang sudah memasuki 2 Rajab 1427 H, namun kebutralan Israel semakin menjadi. Rajab adalah salah satu bulan yang mulia, salah satu bulan yang di dalamnya diharamkan melakukan peperangan kecuali jika kaum kafir dan musyrik melakukan penyerangan dan pembantaian seperti yang dilakukan Israel saat ini.
‘Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram . Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa’ (QS. At-Taubah : 36 )
Islam adalah agama damai. Dan sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam benci melakukan peperangan jika tidak ada sesuatu yang memaksa dan mengancam eksistensi agama Allah ini. Dulu, umat Yahudi bisa hidup berdampingan dengan aman di bawah pipmpinan Rasulullah, namun karena kedengkian mereka, yang melakukan penghianatann membuat mereka terusir dari Madinah.
Tapi lihatlah sekarang di Libanon dan Palestina, mereka melakukan pembantaian atas nama membela diri. Amerika juga tidak lupa memberikan dukungan bahwa itu adalah hak Israel, lalu mana HAM yang dikobar-kobarkan oleh dunia Barat dan Amerika. Mereka hanya melakukan standar ganda. Human rights just for the West and American, bukan untuk Muslimin dan negara-negara dunia ketiga.
Pertempuran yang sejak tanggal 12 Juli lalu telah menewaskan 391 orang dan 1596 orang di Lebanon. Sementara jumlah korban tewas di Israel sebanyak 41 orang.
(http://www.kompas.com/). Dan saya yakin Anda juga tahu berapa korban keganasan tentara AS di Irak dan Afghanistan. Inikah HAM? Inikah demokrasi? Apa bukan democrazy? Sementara mereka mengatakan Hizbullah dan Hamas yang mempertahankan tanah airnya adalah teroris? Yang mempertahankan tanah air atau yang membantai ribuan muslimin di Timur Tengah? Logika mana yang dipakai? Berkali-kali George W. Bush menolak untuk disebut memusuhi umat Islam, ia hanya memerangi teroris. Tapi apa yang terjadi sejak ekspansi pasukan mereka di Afghanistan sampai saat ini yang terjadi adalah kaum Muslimin yang jadi korban. Jumlah terbanyak korban tewas adalah warga sipil, bukan tentara atau apa yang mereka sebut teroris. Terorisme hanyalah dalih untuk melakukan pembantaian. Who is the real terrorist?
Bantu muslimin di Libanon, Palestina, Irak, Afghanistan, Indonesia dan semua tempat dengan bersatu, berbuat dan berdo’a! Allahumma ‘nshur Islama wa’a'izzal muslimin!
Gerbang Tiga Switszerland-Cairo, 2 Rajab 1427/27 Juli 2006